Semarang- Program
bantuan becak listrik yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi wujud
nyata inovasi transportasi rakyat yang berpijak pada nilai kebangsaan.
Modernisasi becak dilakukan tanpa menghilangkan jati diri bangsa, sekaligus
menjawab tantangan keberlanjutan lingkungan dan upaya peningkatan kesejahteraan
masyarakat kecil di era modern.
Becak sebagai moda transportasi khas Nusantara
kini dimodernisasi melalui pemanfaatan tenaga listrik agar tetap lestari, ramah
lingkungan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan tetap mempertahankan
nilai budaya lokal, becak listrik tidak hanya berfungsi sebagai alat
transportasi rakyat, tetapi juga menghadirkan pengalaman unik bagi wisatawan
domestik maupun mancanegara untuk merasakan Indonesia yang autentik dengan
sentuhan inovasi.
Program ini membawa harapan baru bagi para
pengemudi becak, terutama mereka yang telah lanjut usia. Kehadiran becak
listrik membuat beban kerja menjadi lebih ringan, mobilitas meningkat, serta
membuka peluang pendapatan yang lebih baik, sehingga mendukung kehidupan yang
lebih sejahtera dan berkeadilan.
Pemanfaatan tenaga listrik menjadikan becak
lebih mudah dioperasikan, lebih hemat biaya operasional, dan ramah lingkungan.
Bagi para pengemudi, hal ini berarti tenaga lebih terjaga, penghasilan lebih stabil,
serta kualitas kerja yang lebih manusiawi.
Pemerintah menegaskan bahwa modernisasi ini
tidak dimaksudkan untuk menghilangkan identitas budaya. Becak tetap menjadi
bagian dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Inovasi melalui becak
listrik justru dihadirkan untuk menjaga keberlanjutan moda transportasi rakyat
agar tetap hidup dan tidak tergeser oleh perubahan zaman. Becak listrik bukan
untuk mengganti nilai, melainkan memperkuatnya, di mana tradisi tetap dijaga
dan teknologi hadir sebagai alat bantu
Lebih dari sekadar bantuan sarana, program
becak listrik mencerminkan kehadiran negara yang memahami kebutuhan rakyat
kecil tanpa mengabaikan kearifan lokal. Bantuan ini merupakan komitmen
pemerintah pusat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus
mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan.
Dari sisi industri, becak listrik diproduksi
oleh perusahaan dalam negeri, antara lain PT Pindad dan PT LEN Industri,
sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri nasional dan pemanfaatan produk
karya anak bangsa. Pemerintah menargetkan penyaluran sebanyak 10.000 unit pada
tahun 2025 dan akan ditingkatkan menjadi 30.000 unit pada tahun 2026, dengan
prioritas penerima adalah pengemudi becak lanjut usia dan wilayah yang memiliki
tingkat kebutuhan tinggi.
Penyaluran becak listrik telah dan akan
dilakukan di berbagai daerah. Di Jawa Tengah, bantuan disalurkan antara lain ke
Kabupaten Blora sebanyak 100 unit untuk penarik becak lansia, Kabupaten
Purbalingga 100 unit, Kabupaten Banyumas 280 unit di sejumlah kecamatan, serta
Kabupaten Demak, Jepara, dan Pati dalam jumlah puluhan unit. Kota Surakarta
disiapkan sekitar 200 unit untuk didistribusikan kepada pengemudi becak.
Di Jawa Timur, bantuan telah disalurkan
sebanyak 200 unit di Kabupaten Tulungagung dan 100 unit di Kabupaten Jombang,
sementara Pemerintah Kota Malang telah menerima sekitar 200 unit yang tengah
menunggu proses penyaluran kepada warga. Di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu
menerima 100 unit becak listrik yang disalurkan melalui BP Taskin sebagai
bagian dari dukungan program pengentasan kemiskinan. Sementara itu, di Daerah
Istimewa Yogyakarta, sekitar 200 unit telah diserahkan oleh DPRD DIY sebagai
bagian dari total alokasi 6.000 unit untuk wilayah tersebut.
Program becak listrik ini juga diarahkan untuk
terintegrasi dengan pengembangan pariwisata daerah, khususnya pariwisata
berbasis budaya dan lingkungan, sehingga mendukung sektor pariwisata yang ramah
lingkungan dan berkelanjutan. Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk
terus melanjutkan program ini karena tidak ingin melihat para pengemudi becak
yang telah lanjut usia masih harus mengayuh becak secara manual.
Melalui inisiatif ini, pembangunan tidak hanya
bergerak maju mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tetap berpijak pada
nilai-nilai kebangsaan, keadilan sosial, dan kemanusiaan.
Tulis Komentar