Wamentan Turun ke Cisarua, Tegaskan Bantuan Datang Bersama Solusi Permanen

Wamentan Turun ke Cisarua, Tegaskan Bantuan Datang Bersama Solusi Permanen

Semarang — Wakil Menteri Pertanian menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tidak semata-mata untuk menunjukkan empati secara simbolik, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab nyata negara dalam memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan sekaligus solusi berkelanjutan. Kunjungan dan penyerahan bantuan

Bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wamentan memastikan bantuan pangan berupa 20 truk logistik benar-benar disalurkan dan diterima langsung oleh warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan menopang kebutuhan dasar dalam masa tanggap darurat pascabencana.

Namun demikian, Wamentan menegaskan bahwa bantuan sembako hanya merupakan langkah awal untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat dalam jangka pendek. Penyelesaian persoalan secara menyeluruh, menurutnya, harus diarahkan pada upaya jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang dan merenggut rasa aman warga.

“Bantuan darurat penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan masyarakat tidak terus hidup dalam ancaman bencana yang sama,” tegas Wamentan di lokasi, Rabu (28/01/2026)

Ia menjelaskan bahwa salah satu akar persoalan yang perlu dibenahi terletak pada pemanfaatan lahan yang belum sepenuhnya sesuai dengan peruntukannya. Lereng dan tebing dengan tingkat kemiringan ekstrem selama ini dimanfaatkan untuk tanaman sayuran dan hortikultura yang memiliki sistem perakaran dangkal. Kondisi tersebut menyebabkan tanah kehilangan daya ikat, sehingga rentan longsor ketika curah hujan tinggi.

Menurut Wamentan, curah hujan tidak bisa terus-menerus dijadikan satu-satunya penyebab bencana tanpa diiringi keberanian untuk melakukan pembenahan tata kelola lahan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong hadirnya solusi permanen melalui penataan ulang pola tanam di kawasan rawan.

Salah satu langkah strategis yang didorong adalah mengganti tanaman semusim di lahan miring dengan tanaman perkebunan tahunan yang memiliki akar kuat dan dalam. Pendekatan ini dinilai tidak hanya mampu memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui pendekatan terpadu antara bantuan kemanusiaan dan perbaikan tata kelola pertanian, pemerintah berharap kehadirannya benar-benar membawa rasa aman, ketenangan, dan harapan baru bagi masyarakat Cisarua dan wilayah rawan bencana lainnya.

 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)