Wamentan RI: Optimis Targetkan Swasembada Pangan Bisa Diekspor

Wamentan RI: Optimis Targetkan Swasembada Pangan Bisa Diekspor

Semarang– Wakil Menteri Pertanian Dr. Sudaryono menyampaikan optimisme pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang tidak hanya cukup untuk kebutuhan domestik, tetapi juga siap diekspor ke pasar internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait capaian sektor pertanian nasional di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Menurut Wamentan, pencapaian swasembada pangan di era kepemimpinan Menteri Pertanian Prabowo Subianto pada 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor pertanian Indonesia. “Ini menjadi tonggak sejarah baru. Salah satu capaian yang kita raih adalah swasembada pangan di 2025 dan itu kita pertahankan. Targetnya bukan hanya swasembada cukup, tapi bisa ekspor. Insya Allah ke depan, hitung-hitungan di atas kertas optimis kita bisa mencapai itu,” ujarnya.

Wamentan menegaskan, keberhasilan swasembada pangan tidak bisa dicapai sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan satu komando di berbagai aspek pertanian. Mulai dari penyediaan pupuk, distribusi hasil panen, hingga serapan Bulog, semua harus berjalan terintegrasi. “Modalnya adalah kolaborasi dan satu komando dari sisi pupuk pertanian, serapan Bulognya. Nah, ini menjadi tantangan sekaligus sebetulnya tantangan sudah pernah kita jalankan di 2025 sehingga mestinya insya Allah tidak ada kendala. Mohon doa, dan kita kolaborasi maksimal supaya produksi nasional naik dan petani kita sejahtera,” jelasnya.

Wamentan juga menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, tetapi juga pada kualitas dan distribusi pangan. Peningkatan kualitas hasil pertanian diyakini akan membuka peluang ekspor yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. “Kalau kualitas dan kontinuitas produksi terjaga, otomatis peluang ekspor akan terbuka. Ini menjadi salah satu target kita ke depan,” tambahnya.

Strategi pemerintah untuk mencapai target swasembada dan ekspor pangan meliputi beberapa langkah konkret, antara lain:

1.      Optimalisasi BUMDes dan kelompok tani untuk memperkuat rantai pasok lokal.

2.      Peningkatan distribusi pupuk dan sarana produksi agar merata di seluruh wilayah pertanian.

3.      Penguatan peran Bulog dalam menyerap hasil panen sehingga harga stabil dan petani tidak dirugikan.

4.      Pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi penggunaan air, dan pengendalian hama.

5.      Kolaborasi antar-stakeholder, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga sektor swasta.

“Upaya ini kami lakukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga untuk mempersiapkan Indonesia menjadi negara pengekspor pangan. Jika semua pihak bersinergi, target ini realistis dicapai,” ujar Wamentan.

Selain itu, Wamentan menekankan pentingnya stabilitas harga pangan sebagai bagian dari strategi kesejahteraan petani. Dengan harga yang wajar dan serapan produk yang optimal, petani akan terdorong untuk meningkatkan produksi, yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan membuka peluang ekspor.

Tantangan terbesar, menurut Wamentan, adalah menjaga keberlanjutan produksi dan distribusi pangan, terutama menghadapi cuaca ekstrem, perubahan iklim, dan fluktuasi pasar. Namun, dengan pengalaman menghadapi tantangan serupa pada 2025, pemerintah optimis dapat mengatasinya. “Tantangan ini sudah pernah kita jalankan di 2025, sehingga insya Allah tidak ada kendala berarti. Yang penting kita terus berdoa dan berkolaborasi agar produksi nasional meningkat dan petani sejahtera,” katanya.

Wamentan menutup pernyataannya dengan optimisme tinggi, menegaskan bahwa target swasembada dan ekspor pangan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. “Mari kita wujudkan swasembada pangan yang bukan hanya cukup, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor. Kuncinya adalah kerja sama semua pihak, dari hulu hingga hilir. Insya Allah, dengan kolaborasi dan doa, kita bisa mencapainya,” tutupnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)