Keterangan Gambar : Gubernur Ahmad Lutfhi saat menyampaikan sambutan pada Peringatan Hari Desa Nasional di desa Butuh, Kecamatan Mojongsongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada kamis, 15/01/2026
Gubernur Jawa Tengah
(Ahmad Lutfhi) mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Provinsi
Jawa Tengah sebagai tuan rumah dalam memperingati hari desa nasional. Peringatan
tersebut dilaksanakan di desa Butuh, Kecamatan Mojongsongo, Kabupaten Boyolali,
Jawa Tengah pada kamis (15/01/2026)
Dalam sambutannya,
Ahmad Lutfhi menyampaikan “Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan
selamat datang di Provinsi Jawa Tengah. Kami segenap 38 juta masyarakat Jawa
Tengah mengapresiasi atas kepercayaan pemerintah, Hari Desa Nasional dilaksanakan
di Provinsi Jawa Tengah”, ucapnya.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 menjadi
momentum strategis bagi Pemerintah Indonesia untuk menegaskan peran desa
sebagai pilar utama pembangunan nasional. Melalui semangat Bangun Desa,
Bangun Indonesia, pemerintah mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan
ekonomi khususnya UMKM mikro yang berkelanjutan, sekaligus sarana pemberantasan
kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
“UMKM mikro di
Jawa Tengah itu jumlahnya hampir 4,2 juta, yang berada di daerah
pedesaan," ungkapnya. "Dengan adanya Hari Desa Nasional di tempat
kita, maka akan kita pancarkan UMKM di tempat kita yang akan berkembang untuk
meningkat menjadi UMKM kecil maupun menengah ", ucapnya
Dampak
dari penguatan ekonomi desa diharapkan dapat menekan angka kemiskinan secara
signifikan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing produk lokal.
Desa yang mandiri secara ekonomi akan mampu meningkatkan kualitas hidup
warganya, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi
nasional.
Gubernur
Lutfhi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah,
masyarakat desa, dan sektor swasta. Sinergi ini dianggap vital agar setiap
program pembangunan ekonomi desa berjalan efektif dan manfaatnya langsung
dirasakan masyarakat.
Hari
Desa Nasional menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia berawal dari desa.
Dengan desa yang maju, mandiri, dan berdaya secara ekonomi, cita-cita
pembangunan nasional yang adil dan merata dapat tercapai. Gubernur Lutfhi
menutup pesannya dengan optimisme: “Mari kita bangun desa, bangun Indonesia,
bersama-sama mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.”
Tulis Komentar