Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada peresmian Sekolah Taruna di Malang, Jawa Timur, Selasa 13 Januari 2026
Semarang- Prabowo
Subianto meresmikan Sekolah Taruna di Kota Malang, Selasa, 13 Januari 2026.
Peresmian ini menegaskan arah kebijakan nasional yang menempatkan pendidikan
sebagai pilar utama pembangunan bangsa, sekaligus instrumen strategis untuk
menjawab tantangan masa depan.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa
kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam
atau pembangunan infrastruktur fisik, melainkan sangat bergantung pada kualitas
manusia yang mengelolanya. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi prioritas utama
dalam agenda pembangunan nasional.
“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan
bangsa. Melalui pendidikan yang berkualitas, kita menyiapkan generasi yang
cerdas, berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada negara,”
ujar Prabowo di hadapan para undangan dan pemangku kepentingan pendidikan.
Peresmian Sekolah Taruna di Malang ini
merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia
yang unggul dan berdaya saing. Sekolah Taruna dirancang tidak hanya untuk memberikan
pendidikan akademik, tetapi juga untuk membentuk karakter, kepemimpinan,
kedisiplinan, serta nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. Pendekatan ini
dinilai penting untuk menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan yang memiliki
integritas dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Langkah tersebut melanjutkan kebijakan
sebelumnya, di mana Prabowo telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat
yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program Sekolah Rakyat bertujuan
memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok yang selama ini
menghadapi keterbatasan ekonomi dan sosial. Dengan demikian, pemerintah
berupaya memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang setara
untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Menurut Prabowo, pembangunan pendidikan harus
dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Sekolah Rakyat dan Sekolah
Taruna memiliki peran yang saling melengkapi dalam sistem pendidikan nasional.
Sekolah Rakyat menjadi instrumen pemerataan akses, sementara Sekolah Taruna diarahkan
untuk memperkuat kualitas, karakter, dan kepemimpinan generasi muda.
“Pembangunan bangsa tidak bisa hanya
mengandalkan satu pendekatan. Kita harus memastikan akses pendidikan terbuka
luas, sekaligus meningkatkan kualitas dan nilai-nilai yang ditanamkan kepada
peserta didik,” jelasnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa investasi
terbesar bangsa sesungguhnya adalah investasi pada manusia. Tanpa sumber daya
manusia yang kuat, pembangunan ekonomi dan infrastruktur tidak akan memberikan
dampak optimal. Oleh karena itu, pemerintah memandang pendidikan sebagai
investasi jangka panjang yang menentukan arah dan keberlanjutan pembangunan
nasional.
Peresmian Sekolah Taruna di Malang diharapkan
dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga
bagi pembangunan daerah dan nasional. Kehadiran sekolah ini diyakini mampu
menjadi pusat pembinaan generasi muda yang berorientasi pada keunggulan,
disiplin, dan semangat kebangsaan, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di
Jawa Timur.
Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa tantangan
global ke depan menuntut bangsa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang
adaptif, berdaya saing, dan berkarakter kuat. Pendidikan yang menanamkan nilai
kebangsaan dan kepemimpinan dinilai penting untuk menjaga persatuan serta
kedaulatan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dengan peresmian Sekolah Taruna di Malang
serta pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah, pemerintah menegaskan
komitmennya untuk membangun Indonesia dari aspek yang paling fundamental, yaitu
manusia. Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya
pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus
menyiapkan generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang
lebih maju dan sejahtera
Tulis Komentar