Keterangan Gambar : Jajaran DPC Partai Gerindra Kota Solo saat berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti, Kamis (5/2/2026)
SOLO - Memasuki usia ke-18 tahun, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Solo memilih memperingati hari lahir partai dengan rangkaian kegiatan yang menekan kerja sosial, memantapkan organisasi, dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Peringatan HUT ke-18 Gerindra di Solo tidak dirancang sebagai seremoni seremonial semata, melainkan momentum mempertegas kehadiran partai di ruang publik. Hal ini tercermin dari agenda awal berupa ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti, Kamis (5/2/2026), yang diikuti berbagai unsur partai, mulai dari Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), pengurus DPC dan PAC, jajaran mengomel, badan dan sayap partai, hingga anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Solo.
Ketua Panitia HUT ke-18 DPC Gerindra Solo, Kuswantoro, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Kompak Bergerak Berdampak” . Tema tersebut menjadi refleksi evaluasi internal sekaligus penegasan arah gerak partai agar lebih terkoordinasi dan menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, soliditas struktural menjadi kunci agar seluruh program partai tidak berhenti pada aktivitas rutin, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan warga. Oleh karena itu, rangkaian HUT juga diisi dengan kegiatan sosial, salah satunya donor darah yang digelar pada tanggal 6 Februari dengan target minimal 50 kantong darah.
Agenda berikutnya adalah konsolidasi kader yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari di Red Chilies. Konsolidasi ini menjadi ruang penguatan komunikasi internal sekaligus pemetaan langkah politik ke depan. Malam harinya, DPC Gerindra Solo menggelar pentas budaya Ketoprak Bocah di Sasana Krida Mangkubumen, Banjarsari, dengan melibatkan anak-anak sebagai pemain utama.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solo, Ardianto Kuswinarno, menegaskan bahwa ziarah ke Makam Pahlawan selalu menjadi agenda wajib dalam setiap peringatan HUT partai. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pengingat bahwa aktivitas politik tidak boleh terlepas dari nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme.
Puncak peringatan HUT ke-18 akan ditandai dengan tasyakuran yang digelar pada 8 Februari dan diikuti sekitar 450 peserta. Selain kader dan pengurus partai, acara ini juga akan menghadirkan seluruh tokoh partai serta para guru yang akan menerima penghargaan atas dedikasi mereka di bidang pendidikan.
Dalam rangkaian malam kebudayaan, DPC Gerindra Solo juga melibatkan puluhan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara. Langkah ini dimaksudkan untuk memberi ruang ekonomi bagi pelaku usaha kecil agar dapat memperluas jangkauan pasar mereka.
Menatap agenda politik ke depan, Ardianto menyatakan bahwa usia ke-18 menjadi fase konsolidasi menuju Pemilu 2029. Ia menegaskan fokus Gerindra di Solo adalah memperkuat kerja nyata di sektor pengentasan kemiskinan, akses layanan kesehatan, dan pencegahan anak putus sekolah.
Tulis Komentar