Kado Hari Santri 2026: Pemerintahan Prabowo Perkuat Pesantren lewat Ditjen Pesantren
Pemerintahan Prabowo memperkuat pesantren melalui pembentukan Ditjen Pesantren, peningkatan keamanan bangunan, dan perluasan MBG bagi santri demi mendukung pendidikan serta mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Semarang, Peringatan Hari Santri tahun ini terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, pesantren memiliki Direktorat Jenderal (Ditjen) sendiri di Kementerian Agama, hasil dukungan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebutnya sebagai hari kebangkitan santri. Tema tahun ini adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".
Presiden menyetujui izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren pada pekan Hari Santri 2025. Langkah itu dilanjutkan dengan Perpres Nomor 18 Tahun 2026, dan Basnang Said dilantik sebagai Dirjen Pesantren pertama pada 15 September 2026. Status eselon I ini diharapkan memperkuat dukungan bagi lebih dari 42 ribu pesantren dan 6,2 juta santri, mulai dari sarana prasarana hingga pemberdayaan ekonomi dan dakwah.
Perhatian Presiden juga tampak pada keselamatan santri. Setelah musibah ambruknya bangunan Pesantren Al-Khoziny pada 29 September 2025, Presiden menugaskan Kementerian PU menilai keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.

Dalam pesan Hari Santri , Presiden Prabowo menegaskan bahwa santri bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang menguasai ilmu agama dan ilmu dunia. Presiden mengajak santri berkontribusi pada kemajuan global tanpa meninggalkan nilai keislaman dan keindonesiaan.
Pemerintah juga mempercepat perluasan Makan Bergizi Gratis ke pesantren melalui jalur khusus ke Badan Gizi Nasional. Pesantren dengan 1.000 santri atau lebih dapat membangun dapur MBG sendiri.
Hari Santri berakar pada Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 dan diakui negara melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Tahun ini, santri juga diberi ruang menyampaikan aspirasi lewat sayembara "Surat Santri untuk Presiden", dengan puncak acara di Istora Senayan pada 24 Oktober 2026.


